I Am Sam

i_am_sam_ver5I Am Sam

New Line Cinema

Directed by: Jessie Nelson

Starring: Sean Penn, Michelle Pfeiffer, Dakota Fanning

MPAA Rating: Rated PG-13 for language.

Genre: Drama

Okay, i’ve just seen this movie I Am Sam and i think it had been a long time since I was even tenuously moved after watching a movie. Hell, it takes time to think what to write, just emotionally drained right now lol.

I Aam Sam bercerita tentang seorang lelaki yang mengalami keterbelakangan mental, Sam(Sean Penn). Ia bekerja sebagai pelayan di Starbucks, terobsesi dengan The Beatles dan sarapan secara rutin di IHOP. Sam, secara tidak sengaja mendapat seorang anak perempuan(Dakota Fanning) yang kemudian ia beri nama Lucy dari lagu Lucy In The Sky With Diamonds milik The Beatles. Karena sang ibu kabur dari tanggung jawabnya, Sam kemudian menjadi single parents. And from here the problem of the movie begins, karena Sam memiliki mental dan inteligensi seumuran anak 7 tahun dan kebetulan Lucy tumbuh sebagai anak yang ‘normal’ tentu saja terjadi kekontrasan, namun Lucy sangat mencintai ayahnya dan begitu pula sebaliknya. Sayangnya cinta tidak dirasa cukup oleh Badan Perlindungan Anak(or whatever it is), sehingga mereka mengambil Lucy agar bisa diadopsi oleh keluarga yang pantas dan memiliki masa depan yang cerah. Kemudian Sam berjuang untuk mendapatkan Lucy kembali bersama seorang pengacara, Rita(Michelle Pfeiffer) yang ternyata memiliki pernikahan yang buruk dan seorang anak yang terlantarkan gara2 kesibukannya.

MV5BMTkwMjg2MjQ5OV5BMl5BanBnXkFtZTYwNTgwNTA3._V1._SX450_SY300_

Menjadi seorang orang tua tidaklah mudah, apalagi seorang single parent, hal ini bisa menjadi sangat rumit bahkan bagi orang yang ‘pintar’ ataupun bagi orang yang merasa siap untuk menjadi orang tua. Okay im not a parent, but i think that to be a good one we truly need deep understanding upon our child, love, and patience. Seperti ketika adegan Sam membacakan Lucy cerita tidur, ketika itu Lucy sebenarnya bisa membaca kalimat yang tidak bisa diucapkan Sam, namun ia tidak mau membacanya karena takut menyakiti perasaan sang ayah. Sadar akan hal itu, Sam kemudian memaksa agar Lucy membaca karena ia bahagia mendengar Lucy membaca. Sangat mengejutkan bahwa hal ini bisa terpikir oleh seorang ‘retard’. Ini membuktikan bahwa tidak perlu menjadi ‘pintar’ untuk memahami seseorang.

Lucy: I won’t read the word!
Sam: I’m your father and I’m telling you to read the word. Cause I can tell you to because I’m your father.
Lucy: I’m stupid.
Sam: You are not stupid!
Lucy: Yes, I am.
Sam: No, you are not stupid ’cause you can read that word.
Lucy: I don’t wanna read it if you can’t.
Sam: No, because it makes me happy! It makes me happy hearing you read. Yeah, it makes me happy when you’re reading.
Lucy: [Lucy reads again]

Karakter Michelle Pfeiffer, Rita, adalah seorang yang pada awalnya dingin dan sangat mementingkan pekerjaannya. Walaupun ia peduli terhadap anaknya, tetapi kepeduliannya itu ia ekspresikan dengan cara yang kurang tepat yang akhirnya membuat sang anak berpikir bahwa Rita tidak menyayanginya dan Ritapun berpikir bahwa anaknya tidak menyukainya. Well, money can’t buy love. Meskipun Rita secara materi mampu memenuhi semua keinginan anaknya, tapi hal itu percuma saja karena ia sendiri sangat jarang bertemu dengan sang anak.

Karakter Dakota Fanning, Lucy, mungkin akan membuat kita bertanya-tanya, bagaimana bisa ia memiliki kasih sayang yang begitu besar terhadap ayahnya? Memang ketika masuk sekolah, ia bertemu dengan ‘dunia’ baru yang sangat wajar jika sempat membuat ia merasa minder terhadap ayahnya yang autis. Namun hal itu tidak membuatnya berlarut-larut, rasa sayangnya terhadap sang ayah mengalahkan segalanya. Menurut saya hal ini tidaklah terlalu klise, mengingat betapa besar perhatian dan kasih sayang yang ditunjukkan oleh Sam. Hal ini menjadi sebuah timbal balik, cinta orang tua dibalas dengan pengertian dari anak. It’s like “My Dad is an autis, but he makes me laugh and feel safe. He also gives his very best for me, while every single daddy out there are just busy with their work, my dad is always here with me. I am happy with my dad, even people laugh at him, i still love him just like he love me”.ย  Yap, karakter Lucy adalah sebuah teladan๐Ÿ˜€ seorang anak yang bangga terhadap ayahnya, meskipun ia adalah seorang ‘terbelakang’. How bout us guys? Apakah jika ayah kita dalam keadaan sama seperti Sam kita akan tetap menyayanginya? Akankah kita tetap akan bangga atas ayah kita? Ketika kita ditawari keluarga yang lebih baik, ayah yang lebih baik lebih kaya, apakah kita masih akan memilih ayah kita yang terbelakang?

Lucy: I want no other daddy but you.

Lucy: [shouts] Did you hear that? I said I didn’t want any other daddy but him. Why don’t you write that down?

Selain sangat menyentuh secara cerita, seluruh karakter dalam film, bahkan karakter pendukung, dimainkan dengan baik oleh seluruh cast dan membuat film ini semakin tear jerker. Sean Penn benarbenar luar biasa meyakinkan sebagai Sam, seseorang yang terbelakang, bahkan sempat membuat saya berpikir jangan2 dia bener autis lol. Michelle Pfeiffer juga memainkan karakternya dengan realistik. Adegan dimana Rita menumpahkan seluruh emosinya yang selama ini ia pendam pada Sam is just stunning. But the biggest credit goes to Dakota Fanning, karakter Lucy ditampilkan dengan sangat natural. Dakota is an outstanding actress and this movie made us all believe it.

i am sam

I Am Sam menyajikan pertanyaan bagi audiens, apakah sebaiknya seseorang yang terbelakang secara mental diperbolehkan untuk mengasuh anak? Apakah benar kasih sayang adalah semua yang kita butuhkan untuk membesarkan anak? Well i’ll leave the answer up to you. Just watch the movie๐Ÿ˜€

My Rating: 9/10

~ by swindleroz on September 17, 2009.

7 Responses to “I Am Sam”

  1. blog anda review film semua which aku belum nonton semua huhu –“

  2. salam kenal ya๐Ÿ˜€ thanks udah mampir… gw link ya!

  3. I definitely loveeeee this movie!๐Ÿ™‚

  4. I liked this movie too. Here’s my say. http://bit.ly/gudX3E๐Ÿ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: