In the Land of Women

in_the_land_of_womenIn the Land of Women

Warner Bros Pictures

Directed by: Jon Kasdan

Starring: Adam Brody, Kristen Stewart, Meg Ryan

MPAA Rating: Rated PG-13 for sexual content, thematic elements and language.

Genre: Romance, Drama, Comedy

Carter Webb(Adam Brody) adalah seorang penulis yang baru saja ditinggalkan pacarnya Sofia(Elena Anaya). Demi menyembuhkan patah hatinya, Carter meninggalkan hiruk pikuk LA dan pergi ke Michigan untuk tinggal bersama neneknya yang eksentrik, Phyllis(Olympia Dukakis). Disana ia bertemu dengan keluarga Hardwicke yang tinggal di seberang rumah – mother Sarah(Meg Ryan), daughters Lucy(Kristen Stewart) dan adiknya Paige(Makenzie Vega). Sarah adalah seorang ibu yang mempunyai masalah, ia merasa tidak dihargai oleh Lucy anaknya dan sang suami berselingkuh, disamping masalah kepercayaan yang berkecamuk itu ia juga mengidap kanker payudara. Lucy adalah remaja yang selain menyimpan rasa tidak suka terhadap ibunya juga memiliki masalah dalam kehidupan sekolahnya. Seiring berjalannya cerita, Carter terlibat dalam berbagai drama dan romansa dengan keluarga Hardwicke.

Sebenarnya sulit mencari apakah genre film ini. Di situs IMDb tertulis Comedy | Drama | Romance , but i think it’s more like drama than romantic comedy, or drama romance than teenlit one. Apakah hal ini berpengaruh terhadap film? Yesh. Filmnya menceritakan Carter masuk ke dalam dua dimensi cinta yang berbeda; sebuah hubungan yang saling mengisi dengan Sarah dan sebuah hubungan drama remaja dengan Lucy. Plot seperti ini bisa menjadi lebih menarik dengan skrip yang bagus, namun sayangnya para Jon Kasdan dan kru kurang berhasil memadukan layer-layer yang mereka buat sehingga berakibat tidak adanya perkembangan karakter. In the Land of Women sebenarnya mempunyai ide cerita yang fresh dan unik namun disajikan dengan kurang memuaskan sehingga, well i think, film ini seperti ‘kebingungan’ for being serious or funny. Same problem goes to Adam Brody.

in-the-land-of-women-2007

Aside from the weakness  written above, i still enjoyed this movie. Well, mungkin memang genre drama menarik bagi saya lol atau mungkin karena karakter Carter memang bagi saya realistik. Karena patah hati, ia mencoba mencari ketenangan, di mana pun yang penting jauh dari sang ex, Sofia. Ketika ia bertemu dengan keluarga yang membutuhkan seseorang untuk peduli, ia mencoba menjadi orang itu, ia mencoba menjadi orang yang baru demi melupakan kenangan pahitnya. Namun demikian ia sebenarnya masih menaruh harapan terhadap Sofia, dalam adegan party *SPOILER digambarkan Carter mendapat telepon tiba-tiba dari Sofia and she told him that she miss him, ketika itu ekspresi Carter menunjukkan ia masih jatuh cinta pada Sofia. Later then he call her back showing that he still care.

Hubungan Carter dengan Sarah memang sedikit terlihat aneh. Bagaimana mungkin seseorang bisa begitu terbuka terhadap stranger yang berusia lebih muda 8-9 tahun darinya? That was my first impression. Kemudian diceritakan bagaimana rapuhnya karakter Sarah sehingga saya mengubah pendapat saya sebelumnya. Yesh i think its okay to open up to stranger when you’re such vulnerable, depressed or emotional since they can be more objective than your friends. Carter dan Sarah, keduanya mengalami masalah dengan kepercayaan sehingga mereka dapat saling mengisi dan memberi satu sama lain. And btw, i like the kissing scene😀 it was emotional, comforting and beautiful.

2007_in_the_land_of_women_030

Recommended. Yesh, mungkin film ini bisa menginspirasi dalam beberapa hal seperti definisi cinta, about forgiveness, and  life of course.

My Rating: 7.5/10

~ by swindleroz on October 5, 2009.

4 Responses to “In the Land of Women”

  1. punya CD nya nggak?
    pengen liat adam broody doang.
    Filmnya kayaknya 17+ ?
    ada konten dewasanya?

    • wah, aku ngerental e pas nonton ini huhuhu.
      enggaa, ga ada scene dewasa kok aman aman hha😀
      try watch it🙂

  2. love this
    much too slow at the beginning
    but .. so touching blablablah
    yeah??

    • true, emang kadang di drama gini sering ada bagian2 yang too slow. but it doesnt really matter im we enjoy it amirite?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: