The Curious Case of Benjamin Button

untitledThe Curious Case of Benjamin Button

Paramount/Warner Bros Pictures

Directed by: David Fincher

Starring: Brad Pitt, Cate Blanchett, Tilda Swinton, Taraji P. Henson

MPAA Rating: Rated PG-13 for brief war violence, sexual content, language and smoking.

Genre: Drama, Fantasy, Mystery, Romance

Yea inilah hasil kolaborasi ketiga sutradara David Fincher dan Brad Pitt setelah Se7en(1995) dan Fight Club(1999) yang dinominasikan untuk 13 kategori oscar. Namun sayang, Benjamin hanya mampu meraih 3 piala saja.

Mengisahkan tentang kehidupan seorang Benjamin Button(Brad Pitt) yang terlahir dengan fisik seorang lansia berusia 80 tahunan. Ketika bayi ia ditelantarkan oleh ayah kandungnya dan kemudian dibesarkan oleh Queenie(Taraji P. Henson) seorang perawat di sebuah panti jompo. Karena fisiknya yang sangat rapuh, Benjamin dinyatakan tidak akan bertahan lama sebelum menghembuskan nafasnya yang terakhir. Namun kenyataannya keajaiban terjadi, bayi Benjamin berhasil bertahan hidup dan tumbuh layaknya anak kecil normal, kecuali kondisi fisiknya yang tetap tua. Tinggal dan besar di panti jompo membuat Benjamin tidak mengalami masa kecil yang penuh bullying, instead ia berbaur dengan orang2 yang sebenarnya jauh lebih dewasa darinya. Namun, soon later, he meet a girl who will be his true love, Daisy(Cate Blanchett).

Daisy: Would you still love me if I were old and saggy?
Benjamin Button: Would you still love ME if I were young and had acne?

Persahabatan mereka mengalami ujian setelah kemudian Benjamin memutuskan untuk pergi mencari pengalaman hidup bersama dengan rekan2 pelautnya. Banyak kejadian dialami oleh Benjamin seiring dengan kondisi fisiknya yang bertambah muda; mengunjungi berbagai tempat, bertemu dengan Elizabeth Abbott(Tilda Swinton) yang mengisi romansa pertamanya, dan terlibat dalam perang. Setelah bertahun-tahun pergi, akhirnya Benjamin kembali ke panti jompo tempatnya dibesarkan dan secara tidak sengaja bertemu kembali dengan Daisy, pertemuan inilah yang membawa Benjamin ke babak akhir petualangan hidup-terbalik nya yang akan penuh dengan twist dan drama.

the-curious-case-of-benjamin-button-b

The Curious Case of Benjamin Button dengan kapasitasnya sebagai film nominasi oscar memang tidak diragukan lagi kualitasnya. Melalui perjalanan Benjamin Button yang memulai hidup secara tua dan akan mati dengan muda, kita menyaksikan berbagai karakter manusia; mereka yang menunggu kematian dengan damai, mereka yang penuh kasih sayang, mereka yang menyesali perbuatannya di masa lalu, mereka yang kesepian, etc. Keajaiban yang dimiliki Benjamin bisa diartikan sebagai berkah maupun kutukan, selain harus menyaksikan orang-orang yang ia sayangi meninggal satu demi satu, ironically ketika Benjamin bertambah muda, ia tidak tampak semakin bijaksana seiring dengan pengalaman2 yang ia dapatkan. Sepanjang hidupnya Benjamin hanya terlihat mengamati apa yang terjadi disekitarnya dan kemudian ia hanya mengejar cinta sejatinya. What do you think? Well, personally i think ketika seseorang bertambah muda dan ia menyadarinya, ia tidak akan punya mimpi dan tujuan hidup. Ketika masih kecil kita bercita-cita ingin menjadi dokter, astronot, etc; hal itu bisa kita kejar dan kita wujudkan di kemudian hari, namun pada kasus Benjamin, ia tidak bisa seperti itu sehingga ia nampak kebingungan dengan hidupnya.

Mrs. Maple: Benjamin, we’re meant to lose the people we love. How else would we know how important they are to us?

Captain Mike: You can be as mad as a mad dog at the way things went. You could swear, curse the fates, but when it comes to the end, you have to let go.

Outstanding makeup and CGI play, wajah Brad Pitt benar-benar menempel di seluruh usia Benjamin. Absolutely convincing. Walaupun dengan begitu mungkin akting Brad akan sedikit tertutupi. Cate Blanchett, Taraji Henson dan cast lainnya juga memainkan karakternya dengan bagus, menambah kenyamanan menonton. Sayangnya mungkin durasi film ini terlalu panjang bagi penonton, mereka yang tidak memperhatikan bisa dibuat tidur oleh film ini😀 as for me, i survived Gone With the Wind so this is nothing lol. Anyway scene ketika Benjamin menginjak usia akhir hidupnya benar-benar tearjerker even i was not sobbing.

img_4

Bagi yang pernah menonton Forrest Gump, mungkin Benjamin tidak akan terlalu mengejutkan karena memang dua film ini mempunyai banyak premis yang sama. Well, karena skrip keduanya ditulis oleh Eric Roth sehingga tidak heran banyak orang berpikir Curious Case of Benjamin Button is another Gump.

My Rating: 8.5/10

~ by swindleroz on October 16, 2009.

7 Responses to “The Curious Case of Benjamin Button”

  1. Benjamin Button keren :3
    aku nonton dua kali nangis semua.lol

  2. aaaaa aku udah nonton kesekian kalinya di laptop tetep kereeennn! ini klasik. ga kaya slumdog millionaire. -> soalnya indonesia mirip seperti itu. huaaa settingan tempatnya pas banget. yang paling penting: G A N T E N G N Y A M A S Y A A L L A H ! hahhahaha

    • yeap, tp oscar tetep diborong slumdog nih hha. agreed; setting, makeup, kostum, editing benerbener wow😀

  3. iya eh padahal ini bagus banget -____- secara kita tinggal di indonesia jadi melihat slumdog itu adalah hal biasa awaawawawa

  4. yang paling aku suka dari film ini tu kehebatan make up artistnya!
    engga salah kalo TCCOBB menang oscar.
    dan ceritanya itu lhooo…
    unik banget! sedih deh pas si benjamin jadi anak kecil yang lupa sama daisy.
    hhu.

    • setuju mbak make up nya bener2 convincing. Kalo liat video making TCCOBB ada langkah2nya lo, absolutely cool😀
      benerr, speechless banget pas scene itu huhu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: