Clash of the Titans

Clash of the Titans

Kisah pertarungan dewa-dewa sedang heboh ternyata. Setelah bulan lalu Percy Jackson, yang sukses menyihir remaja-remaja wanita dengan Logan Lerman nya, menyerbu bioskop, kali ini Sam Worthington dan remake film klasik berjudul sama, Clash of the Titans, siap menghibur para penonton dalam format 3D dan 2D.

Ceritanya berfokus pada petualangan Perseus(Sam Worthington) untuk menghalangi ambisi Hades(Ralph Fiennes) menggulingkan tahta sang dewa langit, Zeus(Liam Neeson). Perseus sendiri adalah seorang demigod, makhluk setengah dewa setengah manusia, yang ternyata juga merupakan anak dari Zeus. Ketika lahir ia dibuang ke laut dan ditemukan oleh keluarga nelayan. Saat itu di kerajaan Argos, perang antara dewa dan manusia akan segera meledak, dimulai dari ketika raja Argos menolak untuk menyembah Zeus dan memerintahkan pasukannya untuk menghancurkan patung2 dan kuil dewa. Hades muncul dan menantang para manusia untuk mengorbankan putri Argos, Andromeda(Alexa Davalos) atau Kraken akan menghancurkan kota mereka. Dari sinilah perjalanan Perseus dimulai.

Dengan budget yang besar dan efek yang canggih, Clash of the Titans berhasil menyuguhkan adegan-adegan pertarungan yang epik. Sang Sutradara, Louis Letterier sendiri adalah seorang yang ahli dalam menangani film-film aksi. Dan memang benar, pertarungan Perseus dan prajurit-prajurit Argos melawan Scorpiochs, dan melawan Medusa di underworld sangat luar biasa. Kesan misterius beserta desain-desain makhluk film mitologi berhasil ditampilkan dengan bagus. I like the Medusa, the gods and their shining armor, dan oya, disini wujud Kraken bukan gurita kayak biasanya😀

Sayangnya kekuatan Clash of the Titans menurut saya hanya terletak di segi spesial efek dan adegan pertarungannya. Sam Worthington sendiri mendeskripsikan film ini sebagai sebuah ‘popcorn flick’ dan memang iya, tidak ada pengembangan karakter, dialog-dialog yang garing, akting sekadarnya. Bahkan Sam juga tidak menampilkan emosi yang tepat sebagai Perseus, entah mungkin karena dialognya juga tidak mendukung atau memang ekspresinya harus kaku begitu.

Andromeda, sang dewi kecantikan, cinta, dan nafsu, wah benar itu makhluk tercantik di bumi? Karena menurut saya Alexa Davalos tampak agak terlalu tua, dan benar-benar tidak tampak wibawa seorang putri, saya jadi heran kenapa Perseus dan para prajurit Argos mau bertaruh nyawa melawan Kraken demi dia. Sekali lagi mungkin karena kesalahan penulis skrip sehingga peran Andromeda jadi segaring ini. Berkebalikan dengan Gemma Arterton sebagai Io, makhluk yang awet muda berperan sebagai mentor Perseus sekaligus love interest nya, menurut saya merupakan karakter yang paling menarik di film ini.

Bottom line, Clash of the Titans memang tidak membuat penonton bosan dengan adegan pertarungan dahsyatnya namun juga tidak mampu membawa perasaan penonton. Pada akhirnya ketika credit title bergulir, mungkin kata ‘wah’ saja akan cukup untuk mewakili komentar anda terhadap film ini.

My Rating: 6.5/10

~ by swindleroz on April 3, 2010.

9 Responses to “Clash of the Titans”

  1. seen it already, not too boring but not exciting either
    the way the movie tell the story is weird, exhibit: the djin and his army join perseus in the desert, then leave in less than approximately 10 minutes.
    the personification of the god looks like saint seiya(with all the armor and the glittering light )
    very normal(?) movie

    fun facts: maybe it just me & 2 of my friend thought, but don`t Io looks like cinta laura?

    • Yap, true. Ga terlalu berkesan aja. I think the gods are cool, i like that sparkling armor.
      He? Iyaya? Ga terlalu mirip ah -,-

  2. wohohoho.. ada satu lagi men yg gantung. Kepalanya medusa ilang ntah kmana.. sangar le medusa, unbeatable. Kraken or whatever lah aja kepayahan.

  3. hiii humar..
    udah nonton percy jacson yah?

  4. thing to do : OJO ITEM BEGRONNYA –‘

  5. Ini film yang sepanjang saya nonton seolah kayak back to 90s again,
    Gak pernah menyangka bahwa para dewa tampak begitu gay dengan glowing armornya😀

    • hahaha selera sih ya, tp aku fine sama glowing armor sih :B i can’t think something over that glowing armor, agak aneh kalo para dewa mau pake kain selempang model yunani gt kan? hmm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: