The Book of Eli

The Book of Eli

Tahun 2043, ketika dunia telah mengalami bencana besar dan kehancuran, seorang lelaki(Denzel Washington) memulai perjalanannya menuju barat untuk mencari kitab suci dengan membawa sebuah buku misterius. Diceritakan buku tersebut berisi pengetahuan yang dapat mengubah kehidupan manusia, menjadi lebih buruk jika jatuh di tangan orang-orang jahat, atau menjadi lebih cerah jika dibawa oleh orang-orang baik. Dengan segenap kemampuan yang ia miliki, ‘Sang Pembawa Buku’ berjuang mempertahankan buku tersebut dari usaha Carnegie(Gary Oldman) untuk merebutnya demi keuntungan pribadi.

Alright, karena nama karakter Denzel juga baru diketahui di akhir film, saya berusaha tidak menyebutnya juga di review ini😀

Sutradara kembar Albert dan Allen Hughes berhasil membuat setting dunia pasca-kiamat yang benar-benar nyata dengan wasteland tone nya ; sunlight, shadows and silhouettes, clouds, dimanipulasi sedemikian rupa sehingga kesan ‘dunia yang keras dan kejam’ terlihat jelas. That being said, tanpa menilik ceritanya, film ini bisa jadi membosankan bagi yang memang tidak suka dengan monoton-nitas, atau menyenangkan bagi yang memang penasaran dengan keadaan dunia setelah kiamat; memakai kacamata hitam untuk menahan radiasi sinar matahari, langkanya air bersih, mengecek tangan tiap orang untuk memastikan ia kanibal atau bukan, pemerkosaan, pembunuhan, sistem barter, adalah hal yang umum di dunia gambaran the Hughes Brothers ini.

Denzel Washington memang hebat, di usianya yang tidak lagi muda ia mampu beradegan fisik dengan meyakinkan dan membawakan karakter ‘seseorang yang teguh dengan idealnya’ dengan total, strong performance and act from him. Gary Oldman berperan sebagai villain yang karismatik, sedikit mengingatkan saya dengan perannya di ‘Leon:‘The Professional’, mungkin karakter ‘orang yang berkarisma’ memang cocok untuk Oldman. Mila Kunis sebagai Solara, diluar ekspektasi, ternyata bermain bagus –> fun fact, walaupun shampoo terakhir di bumi sudah dipake ibunya, rambut Solara tetap hitam bersinar😀

The Book of Eli beberapa waktu lalu ramai dibicarakan di forum-forum maupun discussion board, tidak lain adalah karena banyak orang menganggap isi ceritanya yang terlalu menyentuh isu agama, and therefore is a Religious Propaganda. SPOILER tidak lain, juga karena buku yang dimaksud, yang dapat menyelamatkan dunia dari kehancuran, adalah Bible.

Benar demikian? Oke, menurut saya, tidak. Film ini terlalu violent untuk dikatakan sebagai sebuah propaganda, jika memang maksudnya untuk menarik kerumunan orang-orang agar menyadari suatu agama. Tentang Bible sebagai buku penyelamat, memang adalah, anda yakini atau tidak, sebuah kitab suci untuk suatu agama, yang mana isinya mengajarkan kebaikan-kebaikan.

Anggap saja buku itu sebagai ‘random kitab suci’, di film ini digambarkan berbagai macam pandangan terhadap sebuah kitab. Ada karakter Denzel Washington yang menganggapnya sebagai kalimat-kalimat Tuhan. Ada karakter Gary Oldman yang menyadari pengaruh dari ‘agama’ dan ingin menggunakan kitab suci untuk mempengaruhi massa yang putus asa karena beratnya hidup. Ada orang-orang yang tidak peduli dengan agama dan hidup dengan kekerasan. Ada orang yang melihat dengan subyektif, menganggap kitab, apapun itu, sebagai sesuatu yang penting untuk umat manusia. Ya, saya kira kitab suci tersebut, Bible atau bukan, akan memiliki efek sama terhadap kehidupan manusia di sebuah dunia pasca kiamat.

Satu bukti kuat yang membuat saya yakin bahwa film ini bukanlah pro-Bible or something, adalah SPOILER di akhir film Bible tersebut diletakkan di rak yang sama, sejajar  dengan, Qur’an dan kitab-kitab agama lainnya. Sebuah konklusi yang bagus menurut saya.

Bottom line, The Book of Eli adalah film yang sulit untuk dinilai, ketika secara umum orang-orang akan lebih memperhatikan isu agama-nya, dan jika mereka tidak suka, mereka akan menilai jelek keseluruhan film ini den kebalikannya. Di sisi lain film ini juga punya banyak flaw dan hal-hal yang tidak masuk akal, like ‘how in the hell Denzel survived those critical bulletshots?’ etc. Overall, pretty decent movie, not really recommended tho.

My Rating: 6.5/10

~ by swindleroz on April 6, 2010.

2 Responses to “The Book of Eli”

  1. ‘how in the hell Denzel survived those critical bulletshots?’

    like it!
    gW kurang suka sma yg iNi..
    btw Eli itu apa y?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: