Daybreakers

Daybreakers

Sebenarnya ada tiga film bertema post-apocalypse yang rilis di awal tahun kemarin, Daybreakers, The Book of Eli, dan satu lagi saya agak lupa :B. Meskipun sama-sama bertema post-apocalypse tapi tentu saja pendekatan yang diambil berbeda, jika The The Book of Eli mengisahkan dunia pasca perang nuklir maka Daybreakers ini bercerita tentang dunia pasca wabah mengerikan yang menerjang seluruh pelosok bumi.

Setting di dunia tahun 2019, wabah yang menyerang manusia tersebut ternyata tidak mengakibatkan kematian, tapi malah mengakibatkan sang penderita hidup abadi. Yap, orang-orang yang terjangkit wabah ini akan bertransformasi menjadi vampir.

Premis awal film yang menurut saya cukup lemah, i mean tidak ada penjelasan wabah penyakit seperti apakah tepatnya yang mampu menularkan vampirism tersebut. Tentu agak aneh kan kalo tiba-tiba muncul wabah yang membuat kita jadi tidak punya bayangan di cermin? Jadi tidak punya detak jantung? Mending kalau misalnya spesies vampir memang ada dan entah kenapa kemudian muncul, mengigiti manusia sekaligus merubah mereka jadi vampir juga, akan lebih masuk akal.

But then, let’s continue.

Dampak dari transformasi ini ternyata lebih rumit dari dibayangkan, kini manusia menjadi spesies minoritas yang harus bersembunyi dari para vampir. Jumlah manusia yang semakin sedikit ini menjadi masalah tersendiri bagi kaum vampir, ya mereka membutuhkan darah manusia untuk tetap hidup, jika tidak mereka akan kehilangan akal pikiran dan bermutasi menjadi monster jelek mengerikan, kinda like Nosferatu but uglier.

Edward Dalton(Ethan Hawke) adalah seorang vampir peneliti yang bertugas untuk menemukan darah-pengganti agar kaum vampir tidak bermutasi ketika kekurangan darah manusia. Jika Edward gagal maka Charles Bromley(Sam Neill), vampir yang mengendalikan perusahaan-penyedia-darah-manusia, akan melakukan terobosan untuk menangkapi spesies manusia yang tersisa untuk diternakkan, namun jika Edward berhasil maka ia akan menyelamatkan kedua spesies tersebut. Berhasilkah Edward? Benarkah darah-pengganti adalah jalan keluarnya?

Diluar dugaan, ternyata premis awal yang lemah mampu berkembang menjadi sangat kompleks, masalah demi masalah muncul seiring jalannya cerita, ditambah dengan beberapa twists yang bagus dan sisipan adegan action, lengkaplah. Secara alur cerita Daybreakers berhasil mencuri hati saya.

Keberhasilan alur cerita ini tidak lepas dari kuatnya atmosfer dan detil-detil visual yang ditampilkan, berbeda dengan The Book of Eli yang monoton dan gersang, Daybreakers menampilkan tone yang berwarna namun kelam ditambah dengan setting futuristik, sangat cocok dengan gambaran kehidupan vampir-modern. Meski punya teknologi untuk bepergian di siang hari, mereka tetap lebih aktif dalam kegelapan malam, dengan cahaya lampu-lampu neon yang suram seolah menggambarkan kebahagiaan palsu mereka. Lain halnya dengan adegan manusia di siang hari, terang dan hangat.

Yang paling saya sukai dari film ini adalah muncul kembalinya penggambaran vampir klasik, entah kenapa sepertinya saat ini vampir yang benar adalah mereka yang berkelap-kelip ditengah sinar matahari, di satu sisi mereka tampak elegan dan keren, namun ketika kekurangan darah mereka berubah 180 derajat. Seratus persen menghindari matahari. Ya, bisa jadi inilah visualisasi vampir-modern yang paling cocok, anda bisa menambahkan kisah ini ke dalam epik mitos vampir tanpa merusak esensi vampir klasik yang selama ini kita kenal. Oh, and this Edward beats that Edward😀 Ethan Hawke is awesome.

Overall, Daybreakers is a great story, great acting, great horror, great twist and turns, great experience, great atmosphere. Really recommended. Oya, jangan lewatkan adegan gore di ending film, it’s seriously vampiric.

My Rating: 8/10

~ by swindleroz on April 8, 2010.

6 Responses to “Daybreakers”

  1. Waiting for this movie,
    pas lihat trailernya cukup oke sepertinya

  2. nice review (review or preview yah?.. ) ^^
    wah, hebat juga ya kaum vampir kalo bisa ternak manusia.. Mau2 aja sh gw diternakin, hehe.. tp ogah de kalo diisep drahnya..😦
    gW kSh sran film laen nh.. udda nonton hachiko the dog story lum? BgUs jugga tuH bwt dbikin review or whatever-nya..
    Ollrait dah! gW dUkung bLog lO tros!!

  3. yg satu lg kynya The Road yaa.. temanya post-apocalypse juga.. hehe.. daybreakers saya belum nonton nih..

    • oyaa judulnya The Road, lupa, aku belum nonton itu. Ditonton mbak, dibanding 2 film post-apocalypse yg lain, ini paling gampang ditonton deh. Kyknya mbak Gabby suka Ethan Hawke kan hehe.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: