Inception

Inception

Di suatu masa dimana terdapat sebuah teknologi yang mampu menciptakan dunia mimpi dan menggabungkan orang-orang ke dalam satu mimpi, Dom Cobb(Leonardo DiCaprio) adalah seorang extractor, ahli dalam memasuki mimpi orang lain dan mencuri rahasia yang mereka simpan dalam mimpi tersebut.  Dalam sebuah misi, sayangnya Dom gagal mengambil rahasia milik Saito(Ken Watanabe) seorang pengusaha besar yang menjadi target extractionnya.

Hal ini membuat Cobb dan partnernya, Arthur(Joseph Gordon-Levitt) harus kabur dari kejaran Cobol Corporation. Di saat itu Saito muncul dan memberikan Cobb an offer he can’t refuse: Cobb dan Arthur harus menanamkan sebuah ide di pikiran Robert Fischers(Cillian Murphy) sehingga ia akan membubarkan kerajaan bisnis sang ayah segera setelah ia mewarisinya. Mengambil ide adalah hal biasa, namun menanamkan ide adalah hal yang hampir mustahil. Jika berhasil, ia akan diperbolehkan kembali ke U.S. dimana ia bisa bertemu anak-anaknya, Inilah yang menjadi -salah satu- motif Cobb menyetujui misi tersebut.

Recruiting members: Ariadne(Ellen Page) sebagai desainer, pembuat dunia mimpi, Eames(Tom Hardy)– > i forget what he is for, something about imagination, my bad😦 Yusuf(Dileep Rao) membuat semacam obat penenang agar Cobb dkk. bisa masuk jauh ke dalam mimpi si subjek. And yeah the protagonists are gathered, but, how about the villain? Will Fischers be the villain since he’d sleep all the way? Nope, ternyata alam bawah sadar Fischers lah yang akan memberikan perlawanan kepada para penyusup, Cobb and co. Just like how white blood cells works. Tidak hanya itu, Cobb sendiri harus mengatasi dirinya sendiri, mengatasi bayangan masa lalunya tentang sang istri, Mal(Marion Cottilard)

Sebuah persembahan yang luarbiasa dari Christopher Nolan, the current wonderchild of Hollywood. Inception menyamarkan batas antara mimpi dan realita; bermain-main dengan labirin pikiran, imajinasi, dan alam bawah sadar; juga tentu saja memvisualisasikan semua itu dalam sebuah penuturan yang indah, kompleks namun juga sederhana. Kompleks karena konsep Inception sendiri berada diantara kenyataan dan ketidaknyataan, sehingga sulit untuk membedakan mana yang mimpi mana yang realita. Tambah lagi ada mimpi di dalam mimpi. Sederhana karena sebenarnya teori tentang penanaman ide, pencurian ide, dan lapis-lapis mimpi telah dijelaskan dengan baik oleh para cast sehingga sebenarnya memang kita hanya tinggal mendengarkan baik-baik dan mengingat– > my suggestion: don’t come late, don’t miss any of Ariadne’s scenes, memorize all about totem, memorize how many layers until reaching limbo, memorize how to do an Inception. These might help.

Jangan khawatirkan anda akan bosan dengan kerumitan Inception karena porsi ketegangan terjaga dengan baik sepanjang film. Dengan spesial efek yang amajjing atau dengan rangkaian scene pertarungan yang breathtaking mulai dari scene kejar-kejaran di Mombasa yang akhirnya Cobb harus melalui lorong yang sangat sempit hingga scene Arthur yang membantai para white blood cells di lorong anti-gravitasi which is so badass!


Banyak penonton yang mungkin akan mengatakan bahwa Inception adalah film yang membingungkan. Fortunately, i never found it is, but yeah film ini cukup rumit. Tipe film yang mengharuskan anda memperhatikan layar dari awal sampai akhir, no distraction, no toilet breaks, etc. Tentang ending film sendiri, saya setuju jika dikatakan ending tersebut bisa berarti apapun tergantung interpretasi penonton. Menurut saya sendiri ada dua kemungkinan tentang hal ini.

First: ending film adalah mimpi, Cobb berakhir di limbo. Kemungkinannya cukup besar mengingat totem Cobb tidak berhenti berputar hingga closing credit bergulir dan memang scene-scene menuju ending ini diedit sedemikian rupa sehingga mampu meyakinkan bahwa ini bukanlah kenyataan.

Second: ending film adalah realita, scene Cobb bertemu Saito yang sudah tua adalah limbo, disitu Cobb membawa pistol dan totem. Saito mulai mengingat tentang Cobb dan masa lalunya. Possibly, mereka keluar dari limbo dengan saling bunuh dan kembali ke realita, dimana kemudian mereka berada di pesawat, turun ke bandara, dan Cobb bertemu anak-anaknya adalah kenyataan.

So many possibilities. In the end, saya senang muncul sebuah sajian musim panas yang tidak hanya mengandalkan sisi hiburan dan komersil, we have an intelligent summer blockbuster here, named Inception.

My Rating: 9/10

~ by swindleroz on July 22, 2010.

14 Responses to “Inception”

  1. barusan nonton siang tadi. dan lebih memilih ending yg second option. hhe.
    aku tadi sempet kaget di bagian kicking. soalnya efek suaranya nendang banget! bener2 film yg bagus bgtbgtbgtbgt.

    dan satu lagi, akting joseph gordon-levitt memukau saya. perannya beda bgtbgtbgt dari 500 days of summer. cool🙂

    • Hha aku juga lebih milih ending yg kedua, tp ga terlalu yakin gara2 totemnya muter terus. Yeesh, scoringnya dari Hans Zimmer mbak, benerbener mantep, jadi pengen nonton lagi haha.
      Setuju, JGH semakin oke. Aku ketawa pas adegan dia kissing Ariadne haha one of the wtf moments, he’s a sly one😀

  2. like this : don’t miss any of Ariadne’s scenes😀
    Overall gw suka banget film ini walau awalnya gw sama sekali ga tertarik soalnya judulnya menurut gw sama sekali ga menarik😀
    Aku suka banget adegan pas mobil van nya mulai jatuh ke (laut apa sungai ya??) Penggambaran perbedaan waktu yg cukup signifikan antara mimpi yg satu dengan mimpi yg lebih dalem keren banget.
    Bayangin aja lo jatuh ke sungai.. waktu yang lo tempuh sampe jatuh itu bisa terisi berbagai macam adegan. Sangar😀

  3. Joseph Gordon – Levitt :3 keren banget dia disiniii :3

  4. […] Swindleroz “yellow brick road” : Sebuah persembahan yang luar biasa dari Christopher Nolan, the current wonderchild of […]

  5. ku suka banget sama Ellen Page di film ini, dia keliatan cantik ya.. hehe

  6. nonton filmnya jadi mikir mau bikin dunia kyk gimana pas mimpi nanti.. haha

  7. ending yg kedua yg lebih oke ..
    ini film bikin ngayal beud .. huhuhu/// semoga kelas 3 tidak menghentikan u/ main dan nonton film ^^

    akhir-akhir ini film nya leonardo DiCaprio agak ‘hard’ gtu.. haha//
    overall : awesome !

    • yeep ending yang kedua lebih masuk akal ya kyknya🙂
      hhe engga menghentikan deh, cuma kyknya bakal mengurangi😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: