Peacock

Peacock

Asing dengan judul film ini? Yak, sama, sebelumnya saya juga asing dengan Peacock, yang ternyata dibintangi oleh jajaran cast bermutu seperti Cillian Murphy, Ellen Page, dan juga pemenang Oscar, Susan Sarandon. Usut punya usut ternyata film ini tidak ditayangkan ke bioskop melainkan langsung dirilis dalam bentuk DVD, dan setahu saya Peacock juga tidak muncul di festival-festival film.

Peacock adalah sebuah kota, dimana tinggal John Skillpa(Cillian Murphy) seorang pegawai bank yang punya masalah psikologis akibat kekerasan yang dialaminya di masa kecil. Perilakunya sedemikian aneh sehingga tidak perlu jenius men-judge John adalah psychotic, tapi masyarakat Peacock seolah tidak menyadari hal ini dan menganggap John senormal matahari yang terbit dari arah timur. John tinggal sendirian dirumahnya yang seolah hanya pernah dikunjungi oleh dirinya sendiri. Disinilah ia menyimpan rahasianya, bahwa sejak kematian ibunya, ia memiliki alter-ego, seorang wanita bernama Emma(Cillian Murphy pake wig, lipstik, dress) yang bertindak sebagai “istri” John.

Konflik dimulai ketika terjadi kecelakaan kereta di halaman belakang rumah Skillpa. Ketika itu Emma sedang muncul sebagai personaliti yang dominan dan kecelakaan tersebut membuatnya muncul didepan publik Peacock. Emma yang lebih kalem dan stabil dibandingkan John kemudian bertemu dengan Fanny Crill(Susan Sarandon) dan Ray Crill(Keith Carradine). Mereka ingin menggunakan insiden ini untuk kepentingan politik, Emma menerimanya, sedangkan si pribadi yang satu lagi, John, menolak.

Dari sini mulai muncul pertanyaan, mengapa dari sekian banyak warga, tidak ada seorang pun yang menyadari bahwa Emma dan John adalah orang yang sama? Bahkan ditambah dengan kenyataan bahwa jelas-jelas Emma dan John tidak pernah muncul bersamaan.  Memang akting Cillian Murphy benar-benar mempesona sebagai dua personaliti yang bertolak, tapi penonton tau bahwa sebenarnya Emma dan John adalah orang yang sama, sehingga tidak aneh kalo hal ini menjadi pertanyaan yang muncul pertama kali di benak mereka. Seharusnya Michael Lander sebagai sutradara dan penulis naskah lebih memperhatikan hal ini. Peacock bukan film fantasi yang mendorong penonton untuk sedikit mengesampingkan logika, ini film yang seharusnya realistik. Tidaklah adil menyuruh penonton untuk berpurapura tidak melihat apa yang mereka lihat, menganggap apa yang terjadi itu wajar. Mungkin akan lebih fair jika mungkin ada warga yang curiga terhadap keanehan ‘keluarga’ Skillpa, ketika hal ini sekaligus dapat memperdalam konflik dalam diri John maupun Emma.

Kemudian datang Maggie(Ellen Page), dan anaknya Jake yang ternyata adalah anak dari John. Ya, mereka memiliki affair di masa lalu. Hubungan mereka tidak pernah diketahui karena Maggie selama ini hilang dari hidup John. Maggie tinggal bersama Jake dan hidup lewat uang yang dikirimkan oleh ibu John. Karena sang ibu kini telah meninggal, Maggie datang kepada John, meminta uang untuk biaya anaknya. Ia bertemu dengan Emma yang ternyata tidak tahu tentang hal ini. Emma dan John kemudian saling bertentangan, Emma ingin Maggie bekerja dan memiliki hidup yang lebih pantas di Peacock sedangkan John ingin Maggie pergi jauh dari hidupnya.

Muncul pertanyaan lagi, apa motivasi dibalik tindakan-tindakan yang mereka lakukan? Mengapa tiba-tiba mereka saling bertentangan, bahkan pada akhirnya mereka saling berebut untuk menjadi kepribadian yg dominan? Penonton dibuat tertarik, penasaran, dan memperhatikan detil-detil cerita hingga akhir. Tetapi ending film ini tidak juga menjelaskan apa yang terjadi sehingga penonton bebas menjawab pertanyaannya.

Bottom line, sebenarnya premis tentang double personaliti sangat menarik untuk diikuti, apalagi dengan performa Cillian Murphy yang sangat baik sebagai John sekaligus Emma dan juga supporting cast yang bermain bagus.  Peacock memang berhasil menggiring penonton untuk menyelami cerita yang berputar diantara kedua karakter Skillpa sekaligus memberikan tensi yang intriguing layaknya film misteri. Namun hal ini juga membuat penonton menuntut konklusi yang lebih, penjelasan yang ’memberikan ’air’ untuk ’dahaga’ mereka. Sayang Peacock tidak memberikannya.

~ by swindleroz on November 20, 2010.

6 Responses to “Peacock”

  1. Nice nce nice…🙂
    3 kata yang terlontar saat membaca blog anda untuk pertama kalinya!
    Aku mbok bagi info ttg film2 apik Hum, aku saiki yo lagi keranjingan ntn film e, hehehe!!!
    Eh, link blogku yo? Blogmu wes tak link lo, sangar!
    Nduwe DVDne Shawshanks Redemption ra Hum?

    • maturnuwun Yah haha, btw link e blogmu opo? ngko tak link back🙂
      shawshank aku duwe VCDne tok e. mm film apik genre opo kih? tur film apik akeh2e drama😉

  2. wkwkwk..udah lama ga liat blog ini.. Kirain lo udah quit movie-blogging dan beralih ke thumblr. hahaha
    Eh, coba nonton buried.. Posternya keren e.. bikin penasaran🙂

  3. Genre action komediterutama Hum, hehe…
    Oiyo, malah lali http://wayaharnaandika.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: